Monday, 9 September 2019

31: Untuk terakhir kalinya: 3/3

Bagian akhir ini aku tulis pada pukul 03.27. Gila aku blm tidur! Tak apalah pikirku kapan lagi aku bisa menulisnya? Barangkali stelah 3 bulan pendidikan nanti ingatanku sudah mulai kabur dan tidak rinci. Karena tertimbun ingatan ekstrim saat pendidikan.Oke mulai lagi!  Setelah turun dari pesawat di bandara Sultan Iskandar Muda dan sholat Ashar sejenak, aku menaiki taxi bersma 3 rekanku; Yayan(Madiun),...

31: Untuk terakhir kalinya: 2/3

Jumat, 6 September 2019. Pagi itu seperti biasa aku kesiangan, tepat pukul stngh 6 suars tegas dan garang keluar dari mulut manusia segarang singa "Kak bangun, satu jam lagi kamu harus sdh brgkt!" Suara ayahku keluar dg jelas memecah nyenyaknya tidurku. Huh kesal rasanya! Aku masih mengantuk! Pikirku tnpa mengucapkannya baik itu dlam hati sekalipun. Tp kesadaranku mengalahkan sifat buruk itu, sesegera...

Sunday, 8 September 2019

31: Untuk terakhir kalinya: 1/3

To the very last time, adalah yang aku pikirkan untuk mengawali tulisan-tulisanku berikutnya. ~ Untuk diriku di masa depan, dan orang-orang disekitarku. ~ Disela-sela dini hari ini, aku merasa kedinginan. Dingin banget serasa kalori penghangat tubuhku lewat gtu aja. Tidak lama setelah itu setidaknya bbrp menit, sisa air wudhu yg menempel di kulitku menghilang secara alami. Entah kenapa bsa gtu, aku...

11, 12, 13, 14, dan 15

11。 "Semalam aku tidur bersama seorang bidadari Surga. Pagi harinya, tanpa sepengetahuanku, dia sudah pergi. 'Cintaku', begitu bisikku kala kami berpelukan. 'Pelacur!' jeritku saat dia tidak ada." 12。 "'Berapa banyak yang harus dia pilih selain aku? Dia menghibur yang lain sementara aku mengorbankan segalanya dan merasa hancur tanpanya.' Kalau aku memang tidak mencintainya, buat apa aku begitu peduli...

19

19。 "Waktu itu aku melihat bulan di hari pertama Ramadhan. Berbentuk irisan di cakrawala. Seperti sebuah perahu karam di tepi pantai pada suatu senja, terendam air, tenggelam diantara bebatuan merah dan emas.  Laksana bulu mata lentik bidadari. Bagaikan pedang Ahmad. Luka terakhir Yesus." (Al-shawni, 2005. The Madness of God & The Man Who Have The Elephant) 19,5。 Nampak begitu besar keagungan-Nya...

Saturday, 7 September 2019

28

。。。。。。。 Pembohong-pembohong itu masih berdongeng. Mengawal akhiran malam, menyambut singgahnya pagi. Tirani-tiraninya kian megah, tak ada seorang pun yang berani menjamah. Apa daya mereka semua hanya proletar yang terlantar....

Monday, 2 September 2019

29

Simpul kupu-kupu ku menginginkannya Pikiranku terganggu bayang-bayang hadirnya . Ya Allah telah jauh hatiku dari-Mu Menipis sudah imanku Karena ciptaan-Mu yang sejatinya pasangan bagi sejenisku Bukan aku menyalahkan-Mu atau bahkan ciptaan-Mu Selalu "Hanya saja" aku memanjatkan do'a melalui rintihan-rintihan tintaku . Aku mengeluh, bercerita, dan berdoa....